Marc Marquez menunjukkan performa yang dominan di sirkuit Buriram, menambahkan gelar kemenangan untuk Ducati-nya. Pencapaian #93 saat ini dianggap sebagai yang paling luar biasa dan dapat diandalkan oleh banyak pihak. Dalam balapan pembuka musim di Thailand, Marquez meraih kemenangan pertamanya sejak 2014, mencetak rekor kemenangan beruntun terbaik dalam sejarah MotoGP. Kehadiran balapan sprint baru membuatnya semakin sulit untuk ditiru. Dua balapan berikutnya di Termas de Rio Hondo dan Austin menunjukkan potensi Marquez untuk memenangi tiga balapan secara beruntun. Performa juara MotoGP enam kali ini memang tak diragukan lagi, dengan kemenangan serta pole position yang ia raih dengan cukup gemilang.
Kemenangan tersebut juga membuat Francesco Bagnaia dan tim Ducati tercengang atas kehebatan Marquez. Pembalap Spanyol itu mampu mengontrol balapan dan kembali ke jalur kemenangan dengan langkah strategis seperti memberi jalan pada saudaranya, Alex, untuk mengatur suhu dan tekanan ban. Hal ini membuat Marquez meningkatkan kepercayaan dirinya dan menunjukkan kelasnya sebagai pembalap papan atas. Meskipun banyak yang menyangka bahwa pembalap Ducati akan menjadi pesaing kuat, Marquez mampu memberikan pesan yang jelas melalui aksinya di lintasan.
Dalam kesuksesannya, Marco Rigamonti, teknisi Marquez, merasa puas dapat bekerja dengan pembalap hebat seperti Marquez. Dia memperhatikan pola balapan Marquez dan akan memperhitungkan kondisi balapan mendatang dengan lebih baik. Melalui perjuangan dan transformasinya setelah cedera, Marquez kembali ke lintasan dengan semangat yang lebih baik. Versi terbaru pembalap Spanyol ini dianggap lebih matang, berani, dan berbahaya bagi pesaingnya. Dengan kemenangan-kemenangan beruntun yang telah diraihnya, Marquez membuktikan bahwa ia masih merupakan salah satu pembalap top di arena MotoGP saat ini.